Rabu, 07 Maret 2012

ta Terorisme Menjadi Kota Turisme
| Egidius Patnistik | Rabu, 29 Februari 2012 | 07:35 WIB
Dibaca: 4947
|
Share:

Getty Images/Wathiq Khuzaie
Tentara pasukan khusus Irak berjaga di sisa reruntuhan kota kuno Ctesiphon di Madain, 29 kilometer selatan Baghdad, Irak, pada 18 April 2005. Kota yang menyimpan banyak peninggalan bersejarah itu ingin meninggalkan citra kota teror dan mengembangkan sektor pariwisata.

TERKAIT:
Kota tua Madain di Irak yang hanya dihuni sekitar 7.000 penduduk memiliki potensi wisata yang luar biasa. Kota tua itu dibangun oleh Raja Mithridates I lebih dari 2000 tahun lalu.

Namun sungguh malang, kota Madain pada era Saddam Hussein dulu dicitrakan menjadi tempat persembunyian senjata biologi yang menakutkan. Pasca-tumbangnya rezim Saddam Hussein pada tahun 2003, kota Madain sempat menjadi basis Al Qaeda di Irak.

Kini, Madain berusaha menghilangkan citra buruk dan kembali menjadi kota wisata dengan peninggalan kuno. Madain terletak sekitar 30 km arah selatan Baghdad dan berada di antara dua jalan tol utama yang menghubungkan Baghdad dan wilayah Irak selatan. Di kota itu terdapat peninggalan Ctesiphon dan makam Salman Pak, sahabat Nabi Muhammad SAW.

”Kami ingin membangun kembali kehidupan di tempat ini dan menjadi salah satu tempat indah untuk wisata,” kata Direktur Urusan Peninggalan Kuno di kota Madain, Abdelhadi Hassa, kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP).

Hassan mengakui, akibat perang sebelumnya, pemeliharaan taman-taman di Madain terabaikan. Pada tahun 1970-an terkenal gambar taman dan tempat berteduh yang indah di Madain. Kini dedaunan di taman itu sudah layu akibat hancurnya jaringan pipa pengairan di kota itu. Selain itu, pepohonan juga dipotong oleh penduduk pada masa perang Irak-Iran tahun 1980-1988. Museum di kota itu pun dijarah, menyusul invasi AS ke Irak tahun 2003 yang menumbangkan rezim Saddam Hussein.

Bangunan berwarna batu bata kuning yang dibangun Shapur I dari Dinasti Persia Sasani (241-272 AD) dengan tinggi sekitar 37 meter dan lebar sekitar 48 meter merupakan bangunan terbesar di dunia. Bangunan itu menjadi fitur peninggalan Ctesiphon.

Pada tahun 1986, menurut laporan PBB, program senjata biologi Irak dibangun di kawasan kota Madain. Pada saat invasi AS ke Irak tahun 2003, pasukan AS mengklaim telah menangkap seorang warga Mesir dan Sudan yang sedang berlatih di sebuah kamp teroris di kota itu.

Pada tahun 2005, Tanzim Al Qaeda menjadikan kota Madain sebagai salah satu basisnya, namun itu sudah berlalu. (MTH)
Sumber :
Kompas Cetak
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.
     
 
Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silakan atau register untuk kirim komentar Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar